Permintaan Babysitter di Turki Meningkat, B2P3 Pusat Siap Bantu Pekerja Migran Indonesia

Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3), Jamaludin Suryahadikusma.

KATASINJAI - Tingginya permintaan tenaga kerja pengasuh asing (babysitter) di Turki merupakan peluang bagi Indonesia.

Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3) DPP Pusat siap mencarikan peluang kerja bidang pengasuh bayi dan lansia bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"In Sha Allah siap menjajaki peluang ini. Lowongan pekerjaan ke luar negeri saat ini memang tengah dipersiapkan kembali, paska pemulihan pandemi dibanyak negara termasuk Turki," ujar Ketua B2P3, Jamaludin Suryahadikusma ditemui di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Menurut Jamal, pihaknya selama ini sudah ada kerjasama dengan Perusahan Penempatan PMI (P3MI) yang memiliki pekerja di sektor kesehatan.

"B2P3 siap memfasilitasi jika ada PMI yang ingin bekerja sebagai pengasuh bayi dan lansia di Turki," katanya.

Sebelumnya, seperti diberitakan media hurriyetdailynews dot com, pasangan baru di Turki kini membutuhkan banyak pekerja yang bisa tinggal serumah untuk menjaga anak-anak mereka.

Bagi mereka, menemukan babysitter dengan gaji yang terjangkau di Istanbul telah menjadi pengalaman menyulitkan, karena mereka ingin memiliki pengasuh yang tinggal di rumah selama pandemi.

Namun, gaji pengasuh telah meningkat secara drastis baru-baru ini karena fakta bahwa alternatif tinggal di rumah lebih disukai hanya oleh warga negara asing yang menerima pembayaran mereka dalam mata uang asing.

Penurunan jumlah caregiver asing di dalam negeri akibat penerbangan yang tidak bisa dilakukan akibat pandemi menjadi faktor lain yang mempengaruhi kenaikan harga.

Berbicara kepada Kantor Berita Demiroren, Olcay Nazli Karakus, seorang konsultan keperawatan mengatakan bahwa harga telah meningkat hingga tiga atau empat kali lipat karena peningkatan permintaan.

Gaji sekarang berkisar dari 6.000-7.000 Lira Turki ($563) hingga 20.000 lira ($1.600), menurut Karaku.

Keluarga Turki kebanyakan lebih memilih pengasuh nasional Filipina, Turkmenistan, atau Uzbekistan karena gaji mereka berkisar dari $800 hingga $1,200.

Yasemin izmeci, konsultan keperawatan lainnya juga percaya bahwa sulit untuk menemukan pengasuh karena kekurangan personel dan kenaikan harga.

“Karena penutupan gerbang perbatasan di Turkmenistan dan rendahnya jumlah personel disini menyebabkan harga naik,” kata izmeci, menekankan tantangan utama dalam menemukan pengasuh yang cocok.

Puluhan ribu migran perempuan telah melakukan perjalanan ke Turki untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan pengasuh. ***

Penulis: Redaksi
Editor: Ashari

Baca Juga